Penembakan oleh Polisi di Dairi Sumut Diprotes



Medan, - Tindakan polisi yang melakukan penembakan saat membubarkan massa pendemo, diprotes para pekerja media di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Mereka pun mengadu sambil membawa bendera setengah tiang.

Para pekerja media yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Dairi Menangis ini memberikan bendera setengah tiang itu kepada Ketua DPRD Dairi Delphi Masdiana Ujung. Penyerahan itu berlangsung di Kantor DPRD Dairi di Sidikalang, Rabu (9/10/2013).

Dalam pernyataannya mereka menilai polisi yang menangani aksi massa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dairi Selasa (8/10) sudah bertindak arogan. Tembakan beruntun yang dilepas juga menimbulkan ketakutan bagi masyarakat, apalagi mengenai seorang warga.

Selain itu, para pekerja media juga merasa terancam karena beberapa kali polisi terdengar mengeluarkan kata tidak sopan kepada wartawan. Mereka juga mengusir wartawan yang melakukan peliputan di lokasi kejadian.

"Kami diancam dalam pengambilan video dan gambar. Seorang di antaranya hampir dipukul aparat berseragam di Jalan Kebaktian saat mengambil foto penangkapan warga," kata Julius Manurung, juru bicara komunitas itu.

Terkait dengan aspirasi ini, Ketua DPRD Delphi Masdiana Ujung menyatakan mengapresiasi kepedulian wartawan terhadap kondisi masyarakat.

Diakuinya, seyogianya kehadiran aparat menambah rasa nyaman. Sebab itu, dia berjanji akan membicarakan hal tersebut dengan pejabat terkait termasuk dari kepolisian.

Diberitakan sebelumnya, polisi melepaskan sejumlah tembakan saat membubarkan aksi massa yang memprotes berbagai indikasi kecurangan menjelang Pemilukada Dairi yang akan dilaksanakan 10 Oktober besok.
Akibatnya seorang warga Thamrin Manik terkena tembakan. Proyektil peluru yang bersarang di bagian paha kanannya dikeluarkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Sidikalang.


Sumber : http://news.detik.com

Comments