Tamu istimewa ini disambut Bupati KRA Johnny Sitohang, Wakil Bupati Irwansyah Pasi, Kajari Johnny William Pardede, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Posmatua Manurung dan beberapa pejabat.
Kapolda kemudian melakukan penanaman bibit pohon. Dia membuka sendiri polibag yang melekat di akar, lalu menimbun pakai tanah. Seterusnya disiram agar segera segar dan tumbuh.
“Ini pinus jenis apa ini? Jenis apa” tanya Kapolda sembari menengok dedaunan bibit di hadapannya.
Kapolda memanfaatkan waktu guna melihat lebih dekat panorama destinasi wisata rohani itu. Dipandu Sitohang, Kapolda berjalan menuju ular raksasa. Rombongan masuk ke perut patung ular. Mereka keluar lalu melangkah di bawah hutan pinus nan rindang.
“Ini namanya Taman Firdaus. Dibangun tahun 2016” kata Sitohang. Kepala daerah menginformasikan, penambahan ikon Taman Firdaus berpengaruh besar lagi peningkatan angka kunjungan. Semakin banyak orang penasaran ingin melihat patung Adan dan Hawa di dekat ular raksasa. Sebagaimana diketahui, Taman Firdaus adalah lokasi awal mula jatuhnya menusia ke dalam dosa sesuai isi kita suci Alkitab.
Kala itu, ular menggoda Adam agar memakan ‘buah terlarang’ Kalau dimakan, maka dia akan setara dengan Tuhan. Namun, bujukan itu tak terbukti. Adam dan Hama justru mendadak malu serta menyadari bahwa insan tersebut sudah terjerumus ke lembah dosa.
Sitohang menyebut, pengunjung ke TWI, bukan hanya lokal. Turis mancanegara dan dari luar kota diantaranya Medan, Pekan Baru, Bandung, Jakarta, Bogor dan Bandung kerap berlibur di sini khususunya di saat libur. (D01)
Comments
Post a Comment